Virus Kesesatan Para Pemuja Kebebasan

Pada beberapa pekan bulan Mei 2012 lalu setidaknya ada dua kasus yang cukup menguras energi dan memicu kemarahan umat Islam, khususnya di Indonesia. Pertama, kunjungan seorang feminis lesbian ke Indonesia, Irshad Manji. Kedua, rencana konser Lady Gaga di Gelora Bung Karno Jakarta.

Waspada Bahaya Virus KesesatanPada kasus yang pertama, Manji, wanita kelahiran Uganda (tahun 1968) berkewarganegaraan Kanada ini melakukan tour ke beberapa kota. Dengan berkedok launching buku terbarunya berjudul Alloh, Liberty & Love, Manji memasarkan kesesatan dalam orientasi seksualnya kepada sesama jenis (lesbian), dan tentu saja aksi provokatifnya dalam memuja kebebasan yang selama ini dia pasarkan.

Jangan lupa, untuk mensukseskan upaya makar ini Manji tidak sendirian. Acara tour ini disupport penuh oleh para liberalis rekan seperjuangannya, khususnya dari kalangan kaum LGBT (lesbi, gay, biseksual dan transgender) yang kian gencar melakukan berbagai gerakan menuju legalisasi praktik homo dan lesbi di Indonesia.

Waspada Bahaya Virus Kesesatan

Masyarakat dan ormas Islam yang mengetahui adanya kegiatan para pengasong liberalisme ini pun menolak keras. Acara bedah bukunya di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (4/5/2012) dibubarkan oleh pihak kepolisian. Kampanye Manji di kantor LKiS (Lembaga Kajian Islam dan Sosial) Yogya (9/5/2012) juga mengalami hal serupa. Di hari yang sama, pihak Pimpinan UGM (Universitas Gajah Mada) juga telah membatalkan diskusinya yang diselenggarakan di CRCS (Center for Religious and Cross Cultural Studies). Alhamdulillah, agenda Manji pun akhirnya berantakan.

Dalam kasus kedua, walaupun Lady Gaga akhirnya batal manggung di Jakarta, kontroversi terkait rencana konsernya sempat menjadi headline media massa nasional bahkan internasional. Pro kontra seperti ini tentunya membuat umat Islam sangat prihatin. Pasalnya, dalam menyikapi kasus ini seharusnya tak ada lagi pihak yang pro atas rencana kedatangan agen perusak itu di tengah umat ini. Sangat tak pantas ada tokoh di bangsa ini yang masih saja terkesan ragu menolak kedatangan Gaga, atau malah derigan ‘genit’ nya mengkritik ormas-ormas Islam dengan memberikan label sebagai pihak yang intoleran. Padahal mereka sedang bekerja keras membentengi umat dengan upaya nahyu munkar, sebagai bukti cinta mereka pada umat ini.

Setiap orang yang beriman (seharusnya) telah sepakat, bahwa tak boleh ada ruang gerak di tengah bangsa ini bagi para agen penebar virus perusak keimanan. Kehadiran Manji, Gaga, maupun boneka-boneka illuminati lainnya hanya akan menambah panjang deret keterpurukan yang tengah dialami bangsa ini.

Betapa tidak..?!! Aksi-aksi mereka sangat menohok hal yang paling fundamen bagi umat Islam. Manji misalnya, dia sangat bangga dengan kesesatan perilaku bejat yang dilakoninya, yang hewan berjenis apapun tak sudi melakukannya. Para ulama telah menjelaskan perbuatan lesbian (sihaq) yang keharamannya sama dengan homoseks (liwath). Imam al-Alusi berkata di dalam Ruhul Ma’ani:

“Sebagian ulama memasukan sihaq (lesbi) dalam kategori liwath yang juga terjadi pada kaum Luth, yaitu seorang wanita menyetubuhi wanita.”

Dalam banyak haditsnya, Rosululloh telah menegaskan haramnya perilaku homoseks dan lesbian. Beliau bersabda:

“Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya” (HR. at-Tirmidzi, Abu Dawud, lbnu Majah, dan Ahmad) 

Dari Jabir , dia berkata bahwa Rosululloh bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth” (HR. lbnu Majah)

Dari lbnu Abbas, dia berkata bahwa Rosululloh bersabda:

“Alloh melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth [beliau mengulanginya sebanyak 3x]” (HR. an-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubro)

Dalam kasus Manji ada hal lain yang sangat berbahaya, di mana dia mengkampanyekan dua bentuk pembatal keimanan, yaitu; penghalalan (legalisasi) suatu perbuatan yang telah jelas keharamannya; dan penolakan hukum syariah yang telah mengharamkan suatu perbuatan. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa barangsiapa menganggap halal sesuatu yang telah haram secara ijma’, seperti: khomr, judi, zina, liwath; atau mengharamkan sesuatu yang halal, maka hal ini merupakan suatu kekufuran.

Tentunya dengan kelainan dan ketidaknormalan perilakunya ini, sangat naif jika Manji dianungrahi bintang kehormatan sebagai tokoh Muslimah reformis. Kecuali jika label tersebut memang sengaja disematkan untuk orang-orang yang berperilaku sesat dan menyimpang. Sebagai bagian dari grand design, tentu label tersebut telah disiapkan oleh para dalang yang beraksi di balik layar. Para komprador asing —pengusung liberalisme- di negeri ini pun begitu patuh pada arahan ‘penata gerak’ yang sangat berambisi menghancurkan Islam dan kaum Muslimin.

Dengan kompaknya, para pemuja Manji dan Gaga ‘bersembunyi’ di balik tuntutan kebebasan. Bebas berekspresi, bebas menentukan cara beragama dan berkeyakinan, bebas berpendapat, dan bebas melakukan segala hal yang diinginkan hawa nafsu mereka. Dengan kata lain, mereka menuntut kebebasan untuk tidak mentaati aturan syariah.

Satu pesan yang tak boleh dilupakan, umat Islam harus memperkuat kewaspadaan. Para pengasong liberal kini sedang berjibaku menebar virus kesesatan yang sangat ganas dan berbahaya. Virus mematikan itu bernama kebebasan, yang pada akhirnya akan bermetamorfosa menjadi kebebasan yang dipertuhankan.

Mari Lindungi Diri dan Keluarga Kita dari Bahaya Kesesatan Masa Kini!!

Updated: 02/09/2012 — 8:14 pm
FADIL MUBAROK BLOG © 2014 Frontier Theme