Syiah Agama Setan

Tariklah sejarah ke belakang sebelum kemunculan Abdulloh bin Saba sang pendiri Syiah muncul, yaitu pada zaman ‘Umar bin Khaththob. Saat itu, tepat pada tahun 644 M, salah satu negara adidaya selain imperium Romawi yang telah berkuasa selama ribuan tahun itu, yaitu negara Persia, luluh lantak diterjang pasukan Islam. Terbelalak mata yang memandang tak percaya. Tersayat-sayat hati yang menyayang tak menduga. Kejayaan yang telah dibangga-banggakan, serta kehormatan yang telah disanjung-sanjung ribuan tahun itu pun hancur di tangan umat yang sebelumnya mereka hina-dinakan derajatnya.

Pada akhirnya, pukulan telak yang menghantam mereka dalam waktu singkat itupun melahirkan dendam kesumat dalam dada-dada mereka. Dendam yang sangat besar, dendam yang menutup mati hati dari jalan kebenaran di hadapan mereka, dendam yang takkan bisa terhapuskan kecuali dengan hancurnya Islam dari muka bumi. Itulah benang merah yang menghubungkan hari lahirnya agama setan ini..!! Lantas, di manakah kaitannya dengan setan..??

Kaitan Antara Syiah dengan Setan

Kaitannya sangat besar…  setan yang sebelumnya disembah secara langsung oleh orang-orang Persia, akhirnya pun ikut menjadi “korban” yang terhinakan. Jika orang-orang Kristen, Budha, Hindu, dan lain-lainnya menyembah patung yang terbuat dari tanah atau bahan lainnnya sebagai sarana ibadah yang pada akhirnya berujung pada penyembahan setan, namun bangsa Persia lain, mereka langsung menyembah api. Ya.. api yang merupakan representasi dari wujud setan yang tercipta dari api. Iblis Ia’natulloh ketika diperintahkan untuk sujud kepada Adam pun masih membanggakan api sebagai sumber penciptaan dirinya sehingga membangkang perintah AIloh tersebut.

‘Aku lebih baik darinya,” kata Iblis dengan sombongnya, “Kau ciptakan aku dari api, sedang ia Engkau ciptakan dari tanah.” ini menjadi bukti, bahwa api adalah lambang utama dari setan, dan para penyembah api, bisa berarti adalah para penyembah setan secara langsung. Meski kerajaannya telah tumbang, setan tak tinggal diam. Kegigihannya untuk menyesatkan manusia tak pernah mengenal siaran tunda.

Diutuslah Abdulloh bin Saba’ seorang Yahudi dari Yaman ke dalam tubuh umat Islam untuk memporak porandakan barisan kaum Muslimin. Setan mengutus Abdulloh bin Saba’ sebagaimana layaknya mengutus Paus Paulus ke dalam tubuh kaum Nasrani. Abdulloh bin Saba’ pun memainkan perannya setelah ‘Umar bin Khoththob ditikam oleh Abu Lu’luah sang Majusi. Terkuaklah, bahwa bangsa Persia masih memendam dendam yang sangat terhadap umat Islam dan masih menyimpan kebanggaan terhadap sejarah mereka sebelumnya, dan hal itu menjadi momen yang coba dimanfaatkan oleh Abdulloh bin Saba’.

Maka, dipilihlah Ali sebagai“Tokoh” dalam skenarionya. Keberadaan Husein bin Ali yang menikahi salah seorang wanita Persia dan melahirkan Zainal Abidin yang berdarah Persia pun menjadi salah satu alasan bagi Abdulloh bin Saba’ di dalam memilih Ali sebagai tokoh yang sangat mungkin bisa dijadikan alat penghasut bagi keturunan bangsa Persia tersebut.

Ternyata benar, tak “susah-susah”, dengan keberadaan personil dan kondisi kejiwaan yang dipenuhi dendam kesumat tersebut, dalam waktu singkat, Abdulloh bin Saba’ berhasil mendirikan pondasi agama yang dasarnya hampir sama persis seperti agama Kristen, dan dalam beberapa keyakinan lainnya serupa dengan agama Yahudi. Tentu saja, kemudahan itu karena dia telah diberikan ilham dari setan yang juga telah membuat agama Yahudi dan Kristen, sehingga dengan mudah dapat ia aplikasikan ke dalam agama Syi’ah yang ia ciptakan. Maka, lihat dan perhatikanlah dengan mata hati yang jernih, adakah perbedaan antara Yahudi, Kristen dan Syi’ah..??

Keterangan seperti ini tentu bukanlah karangan belaka atau cerita yang dibuat-dibuat, namun telah dibenarkan oleh sejarah Islam, bahkan dalam keterangan buku sejarah Syiah sendiri, seperti yang diungkap dalam kitab Ma’rifat Akhbar Ar-Rijal, karya AI-Kisyi, hal. 70-71 dikatakan: “Dari Abu Ja’far ‘Alaihi salam: “Sesungguhnya Abdulloh bin Saba’ mengaku-ngaku sebagai Nabi, dan mendakwahkan bahwa Amirul Mu’minin (Ali) adalah Tuhan. Hal itu sampai kepada Amirul Mu’minin ‘Alaihi salam, maka dia memanggil dan mengklarifikasinya. Ternyata dia mengakuinya seraya berkata, “Ya, engkau adalah seperti itu. Telah diilhamkan ke dalam hatiku bahwa engkau adalah Tuhan dan aku adalah Nabi.” Amirul Mu’minin berkata kepadanya, “Celaka kamu, kamu telah ditundukkan oleh setan. Cabutlah perkataanmu ini, ibumu pasti binasa, dan bertaubatlah.”

Tetapi dia menolak untuk bertaubat. Maka dia dipenjarakan dan diminta untuk bertaubat selama tiga hari, namun dia tidak mau sehingga akhirnya dia dibakar dengan api. Ali berkata, “Sesungguhnya setan telah menguasai dirinya, dia datang kepadanya dan men gilhamkan ke dalam hatinya hal tersebut.”
Begitulah Abdulloh bin Saba’ sang pendiri Syiah memainkan perannya di dalam mengobrak-abrik barisan kaum Muslimin. Dia membawa wahyu dari setan yang menyatakan ketuhanan Ali. Akan tetapi, teramat sangat disayangkan, karena masih banyak kaum Muslimin yang tertipu dan menganggap bahwa Syiah adalah bagian dari Islam. Padahal tidak..!! Wallohi tidak..!! Karena sesungguhnya Syiah adalah agama setan..!!

[ad code=2 align=center]

Updated: 03/07/2012 — 10:10 pm
FADIL MUBAROK BLOG © 2014 Frontier Theme