Siapakah Sosok Perubah Itu?

“(Ingatlah) tatkala para pemuda Alloh mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.(QS. Kahfi:10)

Hari ini adalah kehidupan untuk hari esok dan hari keabadian. Suka duka akan selalu hadir menghiasi relung kehidupan kita. Alangkah menawannya jika masa muda dirangkai dalam kepiawaian berkhidmah kepada Alloh, penuh ketaqwaan dan hirs (semangat) akan ilmu. Karena kelak ketika ganjaran ditampakkan, akan sadarlah kita betapa kitalah yang membutuhkan perjuangan ini.

islam dihatikuDi saat itulah kita akan berandai-andai, jika saja bangun malam kita lebih banyak dan lebih baik lagi, jika sedekah dan pengorbanan kita lebih banyak dan lebih banyak lagi dan jika kita seorang yang syahid, berandai—andai dikembalikan ke dunia dan terbunuh di jalan Alloh kemudian dihidupkan, lalu terbunuh, dan dihidupkan lagi kemudian terbunuh lagi. Ini disebabkan karena kita telah menyaksikan melimpahnya anugerah, karunia dan kemuliaan yang Alloh berikan kepada para penjunjung kalimatulloh dan para pengibar panji-panji islam.

Dimanakah Para Pembela Islam Saat Ini??

Dimana pemuda kahfi zaman ini yang terasing namun tetap setia terhadap perjuangan tauhid. Yang ikhlas tertatih—tatih di medan juang yang penuh aral melintang. Sabar ketika badai hujatan dan cercaan bercampur—baur laksana bumbu ujian yang datang bergantian dan membayang di seluruh usaha perjuangan lslam.

“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan pula untuk mereka petunjuk.” (QS. Al-Kahfi: 13)
Sosok perubah yang dicari adalah mereka yang bertauhid, teguh dalam tauhid dan berjuang menegakkan kalimat tauhid.
Mereka tidak memperdulikan berapa banyak harta dan jiwa yang harus dikorbankan demi Islam hingga tetes darah penghabisan.
Ketawadhuan dalam amal sholeh, kelugasan bahasa dan akhlak serta keperkasaan di medan juang inilah yang menjadi ciri sosok perubah sejati. Penuh kewibawaan hingga membuat gentar jiwa musuh-musuh Islam. Baik dari kalangan orang-orang kafir dan orang munafik.

Akan tetapi, dimana saat ini kita temukan sosok perubah sejati yang ideal seperti itu. Di saat para remaja hanya asyik menghabiskan waktunya dalam pesta dan hura-hura. Di saat orang tua membiarkan anak-anaknya mencari pendidikan di lembaga-lembaga yang berpaham sekuler.
Tidak sedikit dari para generasi Islam yang larut dalam pergaulan bebas yang berujung pada keterpurukan moral dan lebih parah lagi mereka lupa dan lalai dari ibadah yang telah diwajibkan. Na’udzbubillah.

Sedang mengalir kemana orientasi hidup mereka yang sudah kehilangan arah dan merusak makna? Lihatlah, mereka telah mengikuti arus globalisasi tanpa dibekali dan membekali diri dengan ilmu syar’i untuk membentengi diri dari segala fitnah (ujian) dan nafsu yang bergejolak di hati.
Potret bisu kaum tua sudah seharusnya tidak mewarnai masalah besar ini. Sudah saatnya memulai dan memberikan waktu yang lebih untuk membimbing dan mengayomi anak-anaknya sehingga nantinya menjadi sosok-sosok perubah yang militan, yang tangkas dan kuat, tidak lemah oleh terkaman paham-paham sekuler dan fitnah zaman yang kian mencekam dan kelam.

Saudaraku…
Sebuah kerinduan yang begitu dalam sekali, ingin melihat generasi ini menjadi singa-singa illahi, mandiri dan kuat menempa diri ketika kedahsyatan gelombang nafsu syaithoni datang menghempas di setiap rel-rel jalan kehidupan yang akan dititi.
Saudaraku.
Dahulu, mereka disebut sehagai pemuda kahfi. Yang dianugerahi hidayah dan ditakdirkan sebagai pembaharu setelah sekian lama ditidurkan Alloh, buah dari keimanan mereka dalam menolong dienulloh. Tidakkah kita mencita-citakan seperti mereka, yang merasakan langsung pertolongan Robbul’alamin dalam memperjuangkan agama Alloh?
Sampai kapan kita harus terus menyaksikan dan asyik dalam buaian dunia dan bujuk rayu setan laknatulloh yang terus mengalir dalam aliran darah kita. Sudah lupakah kita akan kehidupan akhirat yang kekal dan tidak ingatkah kita akan azab kubur yang siap membentur.
Saudaraku…
Tiada pilihan lagi selain menjadi sosok perubah sejati. Tiada profesi berarti selain menjadi manusia robbani.. yang memiliki semangat dan nilai juang yang tak pernah mati. Dimana bumi ini dipijak, disitu kalimat tauhid harus bersorak. Membahana, masuk ke jiwa-jiwa yang pekak, agar terekam kuat di dalam otak. lnilah jalan ahluljannah, selainnya berarti telah memilih tikungan kesesatan yang dihembuskan setan untuk digiring kejurang kehancuran yang berkekalan.

“Sesungguhnva telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu. petunjuk dan rahmat. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Alloh dan berpaling daripadanya? Kelak Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksa yang buruk, disebabkan mereka selalu berpaling.” (QS. AI-An’am: 157)

Saudaraku…,
Sadarlah, betapa sungguh sayang dan cintanya Alloh kepada para pemuda-pemudi yang berbakti kepada Rabbul ‘izzati dengan mengkhususkan mereka dalam sebuah sabda Rasululloh: “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naungan Alloh. Yaitu, pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Alloh, laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dan orang yang saling mengasihi karena Alloh, mereka bertemu dan berpisah di alas jalan Alloh, seorang laki-laki yang dipanggil oleh seorang wanita yang memiliki nasab dan kecantikan lalu berkata, “Saya takut kepada Alloh”, seorang yang bersedekah dengan rahasia sehingga tangan kirinva tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang yang mengingat Alloh dikala sendirian lalu mencucurkan air matanya. “(HR. Bukhari dan Muslim)

Subhanalloh, naungan yang dinanti-nanti oleh seluruh manusia yang diciptakan dari Adam hingga akhir zaman. Pada saat terik matahari terasa di atas badan dan keringat bercucuran ingin menenggelamkan. Alloh khususkan naungan-Nya kepada pemuda yang bertaqwa. Maka bercita-citalah tumbuh dalam ketaatan dan teruslah menjauh dari kemaksiatan.

Saudaraku…
Azzamkanlah diri untuk menggapai ridho Illahi. Karena apa yang bisa kita harapkan dari secuil kenikmatan semu di bumi. Ketika di hari yang abadi, harus diarungi dalam penyiksaan yang kekal dan penuh sesal tak berarti.
Semoga Alloh tetapkan kita sebagai sosok perubah sejati hingga maut pun menjelang jiwa yang telah dipersembakan untuk berbakti kepada Rabbul’izzati.
Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin

[ad code=2 align=center]

Updated: 03/07/2012 — 10:11 pm
FADIL MUBAROK BLOG © 2014 Frontier Theme