Muhasabah Diri

muhasabah
Bermuhasabahlah!!

Sudah menjadi keharusan bagi orang yang beriman kepada Alloh dan rosul-Nya, serta beriman kepada hari akhir untuk selalu bermuhasabah yaitu mengoreksi diri atas kebaikan dan keburukan yang telah dilakukan ataupun yang telah dimiliki.
Alloh SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman , bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok(akhirat); dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.”(QS.Al-Hasyr:18)

Muhasabah

Imam Ahmad meriwayatkan secara mauquf bahwa Umar bin Khoththob berkata: “Hisablah dirimu sebelum dihisab..! Timbanglah dirimu sebelum kalian ditimbang..! Sesungguhnya bermuhasabah pada hari ini lebih ringan daripada hisab di kemudian hari, begitu juga dengan hari penampakan amal yang agung.”
Rosullulloh SAW bersabda:
“Orang cerdas(berakal) ialah orang yang yang menghisab dirinya dan berbuat untuk setelah kematian dan orang lemah ialah orang yang mengikutkan dirinya kepada hawa nafsunya dan berangan-angan(mendapatkan balasan kebaikan)kepada Alloh.”(HR.Tirmidzi)
Imam al-Hasan a-Basri berkata:“Seseorang senantiasa baik selagi ia punya penasehat bagi dirinya sendiri dan bermuhasabah menjadi keinginannya.”

Imam Ibnu al-Qoyyim berkata: “Yang paling membahayakan orang ialah ia tidak melakukan muhasabah dan menyepelekan masalah, sikap seperti itu membawa kepada kebinasaan dan itulah kondisi orang-orang yang tertipu.”

Muhasabah agar jadi orang mulia

Muhasabah adalah cara untuk menjadi orang yang mulia disisi Alloh SWT dengan memperbaiki segala kekurangan yang ada, jika kekurangan itu terletak pada amalan wajib maka kita melengkapinya dengan mengqodho ataupun memperbaikinya, dan jika ada hal-hal yang diharamkan oleh Alloh SWT yang kita lakukan maka segera bertaubat kepada Alloh seraya beristighfar dan meninggalkan dengan penuh penyesalan serta mengamalkan perbuatan-perbuatan  baik yang dapat menghapuskan dosa-dosa. Adapun jika kita sering lupa dengan tujuan hidup, yaitu beribadah hanya kepada Alloh hendaknya bersegera memperbanyak dzikir dan menghadap Alloh seraya kita niatkan segala ucapan dan perbuatan baik kita hanya untuk Alloh SWT dengan mengikuti tuntunan rosullulloh SAW.

Muhasabah diri bisa dilakukan sebelum berbuat ataupun setelah melakukan perbuatan tertentu, dan muhasabah sebelum berbuat ialah seseorang berfikir di awal tekad dan keinginannya serta tidak segera berbuat hingga ia mendapatkan kejelasan bahwa keinginannya itu harus ia kerjakan, adapun muhasabah diri setelah berbuat dibagi tiga:

1. Muhasabah diri atas ketaatan kepada Allohyang ia lalaikan, artinya ia tidak mengerjakannya sebagaimana mestinya.
2. Muhasabah diri atas perbuatannya yang lebih baik tidak ia kerjakan daripada dikerjakan.
3.Muhasabah diri atas hal-hal yang mubah dan wajar, kenapa ia melakukannya? Apakah ia kerjakan karena menginginkan Alloh dan akhirat? Ataukah  sebab mengharapkan dunia?

Diantara aspek yang perlu dimuhasabahi seorang muslim adalah waktunya yang merupakan usia dan modalnya.

Rosullulloh SAW bersabda:

“Pada hari kiamat kedua kaki seorang hamba tidak dapat bergerak hingga ia ditanya tentang empat hal: tentang umurnya untuk apa ia gunakan, masa mudanya untuk apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia dapatkan dan dibelanjakan untuk hal apa saja, dan tentang apa saja yang ia amalkandari apa-apa yang telah ia ketahui.”(HR.Tirmidzi)

Updated: 07/06/2012 — 9:35 pm
FADIL MUBAROK BLOG © 2014 Frontier Theme