Menyelami Kemuliaan Ramadhan Bagian 2

Menghidupkan Malam-Malam Ramadhan

Pada sualu malam bulan Ramadhan, Rosululloh pernah keluar, lalu beliau melihat orang-orang mengerjakan shalat di salah satu sudut masjid. Beliau bertanya, “Apa yang mereka lakukan?”, seorang sahabat berkata, ‘Wahai Rosululloh, mereka itu adalah orang-orang yang tidak memiliki hafalan al-Qur ‘an. Ubay bin Ka ‘ab membacakan kepada mereka dan ia menjadi imam dalam shalat mereka.” Beliau bersabda, “Sungguh baik apa yang mereka lakukan. ‘Atau sungguh tepat apa yang mereka lakukan. Beliau tidak keberatan terhadap apa yang telah mereka lakukan itu.”(HR. al-Baihaqi, dishahihkan al-Albani)

Hikmah dan keutamaan shalat malam dan tarawih di bulan Ramadhan
1. Shalat malam sebab datangnya ampunan.
2. Berhak menyandang nama shiddiqin dan syuhada.
3. Shalat malam bersama imam dicatat sebagai shalat semalam suntuk.
4. Pilihlah sendiri sebutan untuk dirimu di sisi Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
5.
Shalat malam identitas kemuliaan seorang Mukmin.
6. Meniti kafilah orang-orang shaleh.
7. Shalat malam adalah pendekatan seorang hamba kepada Robbnya.
8. Perlindungan dari dosa.

Ramadhan Bulan Yang MuliaKeutamaan Shalat Tarawih Berjama’ah
Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda, artinya:

“Jika seseorang mengerjakan shalat bersama imam hingga ia selesai (bubar), maka terhitung baginya sebagai shalat (satu) malam.”(HR. Ahmad, dishahihkan al-Albani)

Kaum Wanita Shalat Tarawih Berjama’ah

Kaum wanita boleh mengikuti shalat tarawih berjamaah pada bulan Ramadhan jika mereka memperhatikan adab-adab keluar rumah berdasarkan syariat. Jika mereka tidak mampu seperti itu, shalat mereka di rumah adalah lebih utama dan seorang laki-laki di antara keluarga mereka dapat menjadi imam shalat bagi mereka di rumah.

Keutamaan I’tikaf 

Rosululloh Shallallahu Alaihi wa Sallam memberi teladan dalam syariat i’tikaf karena dalam hati manusia ada kekusutan, kefakiran dan kerusakan yang tidak bisa diatasi, kecuali dengan menghadapkan diri kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Mencari Lailatul Qadar

Abu Hurairah mengatakan bahwa Rosululloh Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, artinya:

“(Waktu datangnya) Lailatul Qadar diperlihatkan kepadaku. Kemudian salah seorang keluargaku telah membuyarkan konsentrasiku, (sehingga) aku pun lupa darinya, maka carilah ia pada sepuluh (malam) terakhir. “(HR. Muslim)

Malam Lailatul Qadar di bulan ramadhan dapat dilihat dari tanda-tandanya, di antaranya adalah bahwa malam itu tidak dingin, tidak pula panas dan matahan pada hari itu terbit tanpa sinar yang menyilaukan pandangan mata.

Rosululloh Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, artinya:

“Lailatul Qadar adalah malam yang kondusif, cerah, tidak panas, tidak pula dingin, pada paginya cahaya matahari menjadi lemah dan berwarna merah.” (HR. ath-Thayalisi, dishahihkan al-Albani)

Mari kita manfaatkan bulan yang penuh berkah nan mulia(ramadhan) kali ini dengan sebaik-baiknya.

Updated: 26/07/2012 — 12:39 pm
FADIL MUBAROK BLOG © 2014 Frontier Theme