Manusia Manusia Emas

Mereka adalah orang-orang yang berusaha memenjarakan gelora hawa nafsunya, untuk meniti dan melewati tanpa segan setiap celah yang menuju kepada Alloh dari berbagai lembah dan jalan yang dapat menghantarkan sampai kepada-Nya. Mereka telah menjadikan tugas-tugas peribadahan, pengabdian (‘ubudiyah) sebagai kiblat gerakan hati dan sasaran inti pandangan matanya.

Para Pejuang IslamMereka menjadi makmum dan senantiasa berjalan di belakang peribadahannya (‘ubudiyah), kemana pun mereka pergi, dimana pun mereka berada. Mereka memiliki andil di semua bagian, dimana ada jenis peribadahan, pengabdian (‘ubudiyah) di sana mereka ada. Dalam ilmu anda akan rnendapatkan mereka bersama ahlinya. Dalam jihad anda akan mendapatinya dalam barisan (shaf) para mujahid.

Dalam shalat anda menjumpainya bersama orang-orang khusyu’. Dalam dzikir anda akan menyaksikannya bersama ahli dzikir. Dalam kebajikan dan manfaat anda akan melihatnya bersama kumpulan orang-orang yang penuh kebajikan. Dalam mencintai Alloh, muroqobatulloh (kedekatan kepada-Nya) dan inabah (kembali bertaubat) anda akan menemui mereka bersama dengan orang-orang yang mencintai Alloh dan kembali kepada-Nya.

Mereka benar-benar memegang erat ‘ubudiyah bagaimanapun pilar-pilar ubudiyah itu adanya. Mereka menghadap kepadanya dimanapun bagian-bagian ‘ubudiyah itu berada. Jika ditanyakan kepada setiap dari mereka, “Jenis amal apakah yang anda inginkan?” Niscaya menjawab, “Aku ingin menunaikan perintah-perintah Robbku, bagaimanapun dan dimanapun, serta apa pun tuntunannya. Entah aku akan dikumpulkan, atau dicerai-beraikan. Aku hanya ingin melaksanakannya, menunaikannya, dan mawas diri di dalamnya. Aku leburkan ruh dan hatiku, begitu pula sekujur jasadku. Sungguh aku ingin menyerahkan jual-beliku kepada-Nya semata, demi menunggu harga yang akan dibayarkan.”

Firman-Nya:  “Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Alloh lalu mereka membunuh atau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar dari Alloh di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Alloh? Maka, bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 111)
Memang mereka terlahirkan di muka bumi ini untuk menjadi orang-orang mulia, karena mengemban amanah kemuliaan dari sang penciptanya. Karenanya pujian yang teragung pun diberikan oleh yang Maha Agung kepada mereka: “Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma‘ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Alloh. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang—orang yang fasik.” (QS. Ali Imran: 110)

Updated: 17/07/2012 — 4:08 pm
FADIL MUBAROK BLOG © 2014 Frontier Theme