Jejak-Jejak Muslimah Robbaniyyah

Teruntuk saudariku muslimah

Dimanakah jalan yang akan dititi?

Kepada siapakah kita harus mengkaji ilmu yang hampir padam dan mati?

Sampai kapan kita harus menjadikan sekulerisasi sebagai suri di sebagian besar kehidupan ini? Kenapa kita begitu bisu dan membatu, disaat aqidah umat tertembak peluru. Peluru kenikmatan dunia yang semu dan penuh hawa nafsu. Diusung oleh musuh baru yang sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu.

Contoh Terbaik Muslimah Robbaniyah

generasi muslimah robbaniyahRasululloh menggambar empat garis dan berkata, “Tahukah kalian garis apakah ini? Para sahabat berkata: ‘Alloh dan Rasul-Nya yang paling tahu’. Beliau bersabda: wanita-wanita terbaik yang menjadi penghuni surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti ‘Imron, dan Asiyah binti Muzahim.” (HR. Tirmidzi)

Dia adalah Khodijah , istri pertama pengemban risalah berharga nan mulia. Setia menjadi pendukung tergigih Rasululloh tercinta. Memberikan keteduhan dan membangkitkan semangat kesabaran terhadap segala hujatan dan penindasan yang diterima Rasul terpercaya.

Maka janganlah heran jika Jibril datang seraya berkata:  “Wahai Rasulluloh, ini Khadijah telah datang kepadamu dengan bejana berisi lauk-pauk, atau makanan, atau minuman. Jika ia datang kepadamu, maka sampaikan salam sejahtera dari Tuhannya dan juga salam dariku, dan samnpaikan kepadanya berita gembira tentang sebuah rumah di surga dimana tidak ada kebingungan dan kekacauan. “(HR. Bukhori)

Maryam Binti ‘Imron menjaga kehormatan dan kesucian dirinya, wanita terbaik dari seluruh wanita di jagat raya, ketaatan dan kesholehannya tidak diragukan untuk dijadikan pijakan karena Alloh telah memberikan sebuah pujian kepadanya.
“Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.” (QS. At-Tahrim: 12)

Asiyah, istri Fir’aun sangat membenci kemewahan dunia dan kekuasaan suaminya yang nista. Menolak pengakuan ketuhanan suaminya yang dusta sehingga suaminya menyiksanya sampai arwahnya berpisah dari tubuhnya dan kembali kepada Alloh, Robb Yang Mulia.
“Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi—Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (QS. At-Tahrim: 11)

Adalah Fatimah Az-Zahro. Wajahnya dan gaya bicaranya mirip sekali dengan uswah yang mulia, darinyalah keturunan Rasululloh diteruskan. Setia mendampingi ayah di medan dakwah dikala intimidasi kaum kafir dan jahil menyerbu. Sifatnya baik, terpuji, lemah lembut dan juga penyabar. Ayahnya bersabda: “Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dari potongan dagingku, maka barangsiapa yang mendustainya berarti mendustaiku dan barang siapa yang mengganggunya berarti dia mengganggu diriku. (HR. Bukhari)

Dialah Aisyah , putri khalifah pertama, istri penghulu anak Adam dan wanita yang dicintai Rasululloh. Dia tidak belajar di universitas bergengsi, tidak pula berguru dari cendekiawan barat dan timur. Akan tetapi dia langsung dididik syaikhul muslirnin, Abu Bakar. Kemudian dibimbing oleh manusia paling mulia sebagai gurunya yaitu Rasululloh.

Hisyam bin Urwah menceritakan dari ayahnya dan berkata:  “Sungguh aku telah bertemu dengan Aisyah, maka aku tidak dapatkan seorang pun yang lebih pintar darinya tentang Al-Quran, hal-hal yang fardhu, sunnah, syair, yang paling banyak meriwayatkan, sejarah Arab, ilmu nasab, ilmu ini, ilmu itu dan ilmu kedokteran? Maka beliau menjawab, tatkala aku sakit, maka aku perhatikan gejalanya, tatkala ada orang sakit dia menyebutkan gejalanya, dan aku mendengar dari orang yang menceritakan perihal sakitnya dan aku menghapalnya.” (Hilyatul Auliya’ 11/49)

Dia ridho terhadap empat orang anaknya yang mati di jalan yang suci. Dia memenuhi panggilan agama dan aqidahnya dengan berbagai pengorbanan. Ia menanggalkan baju kejahiliyahan, membimbing anaknya dengan ajaran Islam dan membekali mereka dengan nilai-nilai iman. Al-Khansa , begitulah dia akrab disapa.

Subhanalloh, ini adalah sekelumit siroh muslimah yang berharga. Namun sangat disayangkan, kisah-kisah ini hanya masa dahulu yang telah berlalu. Belum terukir dan terpatri di selah-selah qolbu yang keras membatu.
Harus sampai kapan kita menunggu kelahiran mujahidah-mujahidah baru. Sedangkan goncangan-goncangan kejahilan dan nafsu terus menyerbu.

Dimana Khadijah rha zaman ini, yang setia meneduhkan dan menegarkan sang suami yang berprofesikan da’i. Dimana Maryam zaman ini, yang solehah, taat, menjaga kehormatan dan kesucian diri. Dimana Fatimah yang lembut dan penyabar? Dimana Asiyah yang tegar membela tauhid yang benar. Dimana. Dimana jejak-jejak mutiara muslimah robbani?

Lihatlah, betapa tangan busuk, jahat dan penipu (sekuler) telah menjulur kepadamu di tengah-tengah untuk mengepungmu dan mengeluarkanmu dari kemuliaan, menjerembabkanmu dari langit kehormatan serta mencampakkanmu dari telaga kebahagiaan..

Ketahuilah, tiada jejak yang selamat kecuali mengikuti insan yang telah dijamin jannah di akhirat. Sayangilah diri, dengan mengikuti jejak muslimah robbani. Berkaryalah, ukir jejak insan pilihan, kemudian patri jejak itu dengan dalam hingga tidak akan hilang dan padam. Sematkan jejak mulia itu demi generasi masa depan. Agar mereka tidak kehilangan acuan dan sesat di jurang kehancuran.

Saudariku muslimah…, teruslah berjuang mengukir jejak-jejak muslimah Robbaniah. Jangan rapuh oleh zaman yang gaduh. Semoga Alloh memberikan ‘izzah dan syahidah kepada kita yang berjuang di jalan dakwah mengukir jejak-jejak muslimah Robbaniyah

Dimanakah generasi muslimah Robbaniyah zaman ini…

[ad code=2 align=center]

Updated: 03/07/2012 — 10:10 pm
FADIL MUBAROK BLOG © 2014 Frontier Theme