Hasad Itu Haram, Maka Jauhilah!!

Hasad atau dengki berarti menginginkan hilangnya nikmat dari seseorang. Orang yang dengki hatinya akan sakit manakala melihat saudaranya mendapat nikmat. Ini adalah penyakit hati yang berbahaya dan sedikit sekali orang yang selamat darinya. Dengki itu haram karena Rosullulloh SAW pernah bersabda. “Dan janganlah kalian saling mendengki”.(HR.Muslim)

Hikmah Diharamkannya Hasad

Hikmah diharamkannya hasad atau dengki adalah karena ia termasuk bentuk penolakan terhadap takdir Alloh. Orang yang dengki itu lisan diamnya berkata, “Ya Alloh, kenapa Engkau berikan si Fulan nikmat harta, kedudukan atau nikmat yang lainnya dan tidak Engkau berikan kepadaku?”

Al-Qur’an telah menceritakan kepada kita tentang dampak buruk dari penyakit hasad ini dalam beberapa ayat, diantaranya:
1.Ketika saudara-saudara Yusuf AS dengki kepada beliau, maka mereka berbuat aniaya terhadapnya yang menyebabkan Yusuf AS dimasukkan ke dalam sumur, lalu menjadi budak dan akhirnya mendekam di penjara selama beberapa tahun.
2.Karena hasad jugalah Qobil membunuh Habil.(QS.Al-Maidah[5]:27-30]
3.Dan karena hasad ini pula, iblis [la’natullohi alaihi] kafir kepada Alloh SWT dan tidak mau sujud kepada Adam AS. Dia mendengki Adam karena nikmat yang Alloh berikan kepadanya. Karena itu pula para ulama berkata bahwa kemaksiatan pertama terjadi dilangit dan di bumi adalah hasad.

Keutamaan Orang Yang Membersihkan Diri Dari Hasad

hasad

Jauhilah Hasad

Anas bin Malik berkata:”Kami pernah duduk-duduk bersama Rosululloh lalu beliau bersabda:”Akan datang kepada kalian seorang dari penghuni surga.”Maka muncullah seorang laki-laki dari kaum Anshor yang bekas air wudhu masih menetes dari janggutnya, ia menenteng kedua sandalnya dengan tangan kirinya.

Keesokan harinya Rosululloh bersabda seperti kemarin, lalu muncullah orang tersebut. Pada hari ketiga Rosullulloh bersabda seperti itu pula, lalu muncul lagi orang lagi orang tersebut persis seperti keadaannya pada hari pertama. Maka setelah Rosululloh bangkit, ‘Abdulloh bin ‘Amru mengikuti orang itu lalu berkata kepadanya,”Aku dimarahi oleh ayahku, lalu aku bersumpah tidak akan masuk kepadanya selama tiga hari. Jika engkau izinkan, maka aku akan tinggal dirumahmu’, ia menjawab,”ya boleh’.

Kemudian ‘Abdulloh bermalam bersamanya selama tiga malam akan tetapi ia tidak melihat orang tersebut sholat malam sedikitpun sampai datang waktu fajar, hanya saja ‘Abdulloh berkata,”akan tetapi aku tidak pernah mendengar orang itu berbicara kecuali yang baik-baik saja”. Maka setelah berlalu tiga malam akupun berkata. “Wahai hamba Alloh, sebenarnya antara aku dan ayahku tidak ada masalah, akan tetapi aku mendengar Rosululloh bersabda tentangmu selama tiga kali, “akan muncul kepada kalian salah seorang dari penghuni surga”. Lalu engkaulah yang muncul selama tiga kali tersebut, maka aku ingin tinggal di rumahmu untuk melihat amalmu agar aku dapat mencontohnya, akan tetapi aku tidak melihat engkau melakukan suatu amal yang besar, maka apa sebenarnya yang membuat Rosululloh bersabda seperti itu?”.

Ia berkata,”amalku seperti apa yang engkau lihat, maka ketika aku berpaling darinya, ia memanggilku dan berkata.”Amalku seperti apa yang engkau lihat, hanya saja aku tidak pernah menyimpan dalam hatiku kebencian terhadap seorangpun dari kaum muslimin dan aku tidak pernah mendengki seorangpun atas nikmat yang Alloh berikan kepadanya”. Maka ‘Abdulloh berkata,’Nah inilah yang menyampaikanmu ke derajat tersebut’.[HR.Ahmad dan an-Nasa’i]

Saudaraku…hindarilah hasad, karena ia adalah penyakit hati yang berbahaya. Jika muncul dalam hatimu hasad, maka segeralah engkau tepiskan bisikan tersebut dan do’akanlah kebaikan untuk saudaramu. Ingat, Rosululloh SAW telah menjanjikan surga kepada seorang sahabatnya karena kebersihan hatinya dari hasad.

Updated: 19/06/2012 — 11:48 pm
FADIL MUBAROK BLOG © 2014 Frontier Theme