Buruknya Ketaatan Kepada Selain Alloh

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Alloh, dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang haq selain Dia. Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At- Taubah: 31)

Alloh Dzat Yang Maha EsaAlloh adalah satu-satunya Ilah (Tuhan) yang harus kita sembah, tiada Ilah kecuali Alloh. Segala apa yang dihalalkan dan diharamkan-Nya, kita harus tunduk kepada hukum-Nya yang sangat jelas baik di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah. Masih banyak orang-orang yang mengaku beribadah hanya kepada Alloh, akan tetapi keyakinan dan keta’atan kepada orang-orang yang alim dikalangan mereka, pemimpin-pemimpin mereka lebih di utamakan bahkan menyelisihi segala hukum yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.

Keyakinan, ketaatan dan ketundukan seperti ini merupakan kekufuran yang menjadi senjata terkuat bagi setan dalam menyesatkan ummat manusia. 

Di dalam kitab ash-Shohih disebutkan, “Bahwasanya Nabi membaca ayat ini (at-Taubah ayat 31) di hadapan ‘Adi bin Hatim ath-Tho’i , maka ia berkata, ‘Wahai Rosululloh, sungguh kami tidaklah menyembah mereka!’ Beliau bertanya, “Bukankah mereka itu menghalalkan bagi kalian apa yang telah diharamkan Alloh, lalu kalian pun menghalalkannya, dan mereka itu mengharamkan apa yang telah dihalalkan Alloh, lalu kalian pun mengharamkannya?’ Ia berkata, ‘Tentu.’ Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Itulah ibadah (penyembahan) kepada mereka” (HR. at-Tirmidzi, ibnu Jarir dan lainnya)

Hal ini merupakan peringatan bagi orang-orang yang mengaku Islam, yang mengaku tuhan mereka adalah Alloh, akan tetapi mereka memiliki penguasa-penguasa yang di anggap alim di kalangan mereka, pemimpin-pemimpin ibadah mereka, mereka menjadikan penguasa-penguasa mereka sebagai tuhan-tuhan mereka, meyakini dengan apa yang mereka katakan, bahkan secara terang-terangan dengan keyakinan buruk mereka, mereka bersujud di hadapan penguasa-penguasa mereka, mereka menganggap bahwa dengan segala perintah penguasa-penguasa tersebut mereka telah mematuhi Alloh .

Maka mentaati mereka (orang-orang alim, rahib-rahib dan pemimpin-pemimpin mereka) dalam menghalalkan dan mengharamkan sesuatu selain daripada Alloh adalah bentuk ibadah kepada mereka serta suatu kesyirikan. Dan hal ini termasuk syirik besar yang menghilangkan tauhid, dan itulah kandungan syahadat La Ilaha iliallah, sebab di antara kandungannya yaitu bahwa menghalalkan dan mengharamkan adalah hak Alloh semata.

Hal ini menandakan bahwa mereka telah menjadikan orang-orang kafir sebagai sesembahan selain Alloh. Sebab mereka meletakkan hukum-hukum untuk ia terapkan, yang menghalalkan baginya sesuatu yang haram, dan yang mengharamkan sesuatu yang halal, lalu hal itu dijadikannya sebagai pemutus hukum di antara manusia. Wal ‘iyadzu billah…

Semoga Alloh melindungi kita dari keyakinan buruk mereka. Aamiin.

Updated: 24/07/2012 — 2:20 pm
FADIL MUBAROK BLOG © 2014 Frontier Theme