Aliran Sesat dan Geliatnya di Indonesia

Aliran sesat tumbuh subur di Indonesia, tidak kalah dengan kesuburan tanah airnya. Berbagai aliran dan paham sesat tumbuh dengan pesat bagaikan jamur di musim hujan. Mulai dari yang mengaku nabi atau yang meyakini akan turunnya nabi baru, mengkafirkan sahabat atau semua orang selain jama’ahnya, sampai kepada merekonstruksi ulang Islam dengan pemikiran liberalnya. Ironisnya mereka semua mengaku bagian dari Islam. Bahkan mengaku Islam yang paling benar dan moderat sesuai dengan perkembangan zaman.

Aliran Sesat Tumbuh Subur di IndonesiaYang perlu kita cermati bahwa setiap kali aliran sesat tersebut muncul selalu saja mendapat sambutan dari masyarakat. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya pengikut yang bersikap fanatik buta membela mati-matian terhadap faham yang jelas-jelas kesesatannya. Anehnya banyak orang yang mengaku Muslim menganggap hal tersebut suatu kebebasan beragama yang wajar-wajar saja.

Aliran Sesat Tumbuh di Bawah Naungan Payung Demokrasi

Silih berganti aliran sesat di negeri ini tumbuh dan bersemi di bawah payung demokrasi. Sistem demokrasi ternyata menjadi mediator dalam menumbuh-kembangkan aliran sesat di Indonesia. Oleh karena itu tidak heran jika demokrasi menjadi pabrik aliran sesat. Tidak dipungkiri ada kebaikan dalam sistem tersebut. Namun meski ada satu atau dua kebaikan di dalamnya tetap saja tidak menjadikan sistem demokrasi menjadi sistem Islami.

Perlu dipahami tidak setiap negara yang sistemnya kufur mengharuskan semua orang yang berada dalam negara tersebut menjadi kafir. Di bawah naungan sistem kufur inilah “kebebasan murtad” seolah-olah di jamin oleh undang-undang. Begitu juga kebebasan menyebarkan faham sesat kepada siapa saja selama hal tersebut bisa hidup “rukun dan tenteram” dalam masyarakat.

Namun kenyataanya hadirnya aliran sesat tersebut selalu saja meresahkan masyarakat. Ya, sangat meresahkan karena memang masing-masing mengaku dirinya Islam. Tentu saja hal tersebut akan mengundang banyak pertanyaan dalam hati kita. Jika memang benar bagian dari Islam kenapa justru ajaran dan keyakinannya bertentangan dengan kemurnian syari’at Islam? Kalau memang bukan dari Islam kenapa harus mengatasnamakan Islam? Kenapa juga tidak mengatas namakan agama lain selain Islam?

Demokrasi memang ibarat tong sampah yang menampung kotoran apa saja. Tentu saja dalam ekosistem tong sampah yang paling tumbuh subur adalah paham-paham yang memang busuk dan parasit. Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah Islam yang murni aqidah dan syari’atnya. Ajarannya tidak akan berubah hingga akhir zaman. Al-Qur’an dan as-Sunnah pun tetap terjaga meski banyak orang memalsukannya. Maka sangat mudah sekali sebenarnya jika ada aliran yang menyelisihi jalan yang lurus tersebut bisa dipastikan aliran tersebut adalah aliran yang tersesat dari Islam.

Pergulatan Aliran Sesat di Indonesia 

Dahsyat sekali pergulatan aliran sesat di negeri ini, terlebih pasca reformasi. Benih-benih kesesatan di masa orde lama dan baru mulai menggeliat di era reformasi. Ada yang murni dari dalam negeri, ada juga yang impor dari luar negeri lewat agen-agen yang telah ditanam jauh-jauh hari. Meski MUI sebagai lembaga fatwa yang independen di Indonesia sebenarnya cukup sigap menghadang laju arus aliran sesat di Indonesia.

Fatwa-fatwa yang dikeluarkan tentang aliran sesat cukup gamblang. Hanya saja fatwa tersebut tidak punya kekuatan hukum layaknya hukum positif di Indonesia. Semua itu memang Islam telah dipisahkan dalam negara Indonesia. Banyak orang Islam sendiri bahkan para pemimpinnya belum yakin bahwa Islam mampu menaungi kemajemukan dibanding sistem sekuleris. Padahal dari fakta sejarah para pejuang kaum Musliminlah yang berperan utama mengobarkan jihad melawan penjajah yang kafir. Dengan demikian meski ada fatwa sesat dari MUI tetap saja aliran sesat laris manis bagai kacang goreng di negeri ini.


Kalau kita cermati hari ini sepak terjang aliran sesat di negeri ini semakin hari semakin menjadi-jadi. Berbagai rekrutmen dilakukan terang-terangan dalam rangka menjaring pengikut. Korbannya tidak lain dan tidak bukan adalah kaum Muslimin sendiri. Memang masyarakat kita masih di dominasi kejahilan. Sekedar di iming-imingi dengan sembako saja banyak orang rela menjual keimanan. Kalau kita perhatikan aliran sesat tersebut selain sesat dan menyesatkan manusia, banyak manufer-manufer politik di balik pergerakan aliran sesat di Indonesia. Hal ini sangat kentara ketika menjelang pesta demokrasi. Banyak parpol yang “bergandeng tangan” dengan aliran-aliran tertentu demi meraup suara terbanyak dalam pemilu.Ya, beginilah negeri demokrasi. Mirip amburadulnya dengan negeri yang menjadi asal-usulnya.

Namun demikian kita jangan pesimis. “Likuli zaman rijal” begitulah pepatah Arab mengatakan. Artinya setiap masa pasti ada pahlawannya. Dibalik gerilya aliran sesat yang membahana ini kitapun mulai melihat kebangkitan Islam di nusantara. Pahlawan-pahlawan kebangkitan Islam mulai berani dan bangkit menyerukan kebenaran yang lama memudar. Memang gerakannya kelihatan lambat ibarat bayi yang tertatih berjalan. Namun di balik itu semua kita semakin yakin akan janji Alloh bahwa kemenangan bagi agama Alloh dan kebathilan akan sirna sebesar apapun kekuatannya.

Iblis dan Setan Sumber Aliran Sesat di Negeri Ini

Kalau kita runut semua aliran sesat dari zaman klasik sampai modern bersumber dari ajaran iblis dan setan. Tidak ragu lagi di balik geliat aliran sesat di Indonesia iblis dan setanlah biang keladinya. Lebih parahnya setan dan iblis saat ini mempunyai sistem yang berkuasa sehingga hal ini menjadikan ajang pergulatan aliran sesat semakin dahsyat. Puluhan aliran sesat di Indonesia hingga saat ini masih eksis meski bergerak di bawah tanah. Semua aliran sesat tersebut berdakwah dan menyebarkan pemahamannya. Jika kita biarkan aliran-aliran sesat di negeri ini maka bahaya mengancam kemurnian agama Islam.

Memang pertama berawal dari pemahaman yang sesat. Namun lambat laun pemahaman tersebut akan mengkristal menjadi budaya bahkan peradaban. Bukankah budaya penyembahan patung di bangsa Arab awalnya lahir ketika pemahaman mereka menyimpang dari ajaran yang hanif (lurus)?

Tidak dipungkiri banyaknya aliran sesat merupakan bagian dari fakta perpecahan umat. Namun yang harus kita ketahui bahwa yang benar hanyalah satu. ltulah Islam yang murni berdasarkan petunjuk Nabi dan para sahabatnya yang mulia. Tak ada jalan keselamatan dalam pergulatan aliran dan firqoh-firqoh sesat tersebut kecuali dengan meniti sirothul mustaqim.

Alloh berfirman:

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kalian men gikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Alloh agar kalian bertakwa.” (QS. al-An’am [6]: 153)

Updated: 06/08/2012 — 2:46 pm
FADIL MUBAROK BLOG © 2014 Frontier Theme