Mengingat Maut

By: Fadil Mubarok
Assalaamu’alaikum saudaraku semuanya! Apa kabarnya hari ini, semoga sehat dan tetap istiqomah yah, amiin. Kali ini saya ingin menulis artikel tentang mengingat maut, sesuatu yang saya dan mungkin anda sering lupa atau abaikan. Rasulullah pernah berwasiat kepada umatnya untuk selalu mengingat mati, karena dengan mengingat mati insya Allah kita akan terpacu untuk mempersiapkan diri menyambut datang nya maut. Karena maut pasti menjemput kita, maka sudah sepantasnyalah kita untuk mengingat atau minimal memikirkannya. Mengingat maut erat kaitannya dengan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin sesuai dengan tugas yang sudah di amanatkan kepada kita, yaitu hanya untuk beribadah kapada Allah SWT. Saya pribadi merasa prihatin melihat banyak saudara kita yang merasa jauh dari kematian, bahkan banyak muslimah yang jika saya tanya kenapa belum berjilbab mereka menjawab nanti saja jika sudah menikah, padahal tidak ada yang bisa menjamin umurnya akan sampai ke pernikahan.

Beruntunglah orang yang di beri hidayah untuk selalu mengingat maut, karena bisa mempersiapkan diri jauh lebih baik dibanding orang yang lalai terhadap maut. Dan saya pun sangat ber

Jadi saudaraku, sudahkah anda mengingat maut hari ini???

Sekilas Tentang Vitamin E

Vitamin E bukanlah zat tunggal, tetapi sekelompok zat yang meliputi empat macam tokoferol dan empat macam tokotrienol (alfa, beta, gama dan delta). Pada manusia, alfa-tokoferol adalah bentuk yang paling efektif. Suplemen vitamin E biasanya hanya mengandung alfa-tokoferol. Sebagai vitamin esensial, vitamin E tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga kita harus mendapatkannya dari makanan. Sumber utama vitamin E adalah sayuran, buah-buahan dan biji-bijian seperti jagung, pepaya, alpukat, kedelai dan minyak goreng.

Vitamin E dapat rusak oleh pemanasan dan penyimpanan. Industri pengolahan makanan seringkali menambahkan vitamin E sintetis ke dalam makanan untuk mengkompensasi kehilangan tersebut.

Fungsi dalam tubuh
Vitamin E memiliki beberapa fungsi dalam tubuh. Seperti halnya vitamin C dan A , vitamin E adalah antioksidan alami yang bekerja sebagai penetralisir radikal bebas, molekul agresif yang merusak sel-sel tubuh. Jumlah radikal bebas dapat meningkat oleh stres, merokok atau paparan sinar matahari. Karena radikal bebas meningkatkan risiko penyakit seperti kanker, serangan jantung atau katarak, antioksidan dapat mengurangi risiko penyakit-penyakit tersebut sampai batas tertentu. Vitamin E juga mendukung pertahanan tubuh dan melindungi dari aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah).

Kebutuhan vitamin E
Satuan vitamin E dinyatakan dalam miligram dan IU (International Unit) yaitu satuan khusus untuk vitamin dan zat-zat biologis aktif lainnya. Definisi IU berbeda antar vitamin. Tidak ada kesetaraan antar vitamin yang berbeda dan bahkan antar jenis dalam satu kelompok vitamin. Misalnya, satu IU vitamin E tidak memiliki jumlah miligram yang sama dengan satu IU vitamin A. Satu IU vitamin E alami memiliki jumlah miligram yang berbeda dengan vitamin E sintetis.

Kita hanya membutuhkan vitamin E dalam jumlah yang sedikit setiap hari, hanya 14 mg untuk pria dewasa dan 12 mg untuk wanita dewasa. Ibu hamil dan menyusui memerlukan sedikit lebih banyak. Kebutuhan vitamin E juga meningkat pada orang yang merokok, stres, berpenyakit jantung dan memiliki imunitas lemah.

Jumlah yang paling sering direkomendasikan untuk suplemen vitamin E pada orang dewasa adalah 400 sampai 800 IU per hari. Namun, beberapa ahli menyarankan agar cukup mengambil 100 hingga 200 IU per hari, karena penelitian jangka panjang menunjukkan tidak ada manfaat tambahan dari asupan melebihi jumlah tersebut.

Kekurangan vitamin E
Kekurangan vitamin E sangat jarang terjadi. Kebanyakan orang mendapatkan vitamin E yang cukup melalui makanan mereka. Vitamin E adalah vitamin larut lemak, yang berarti bahwa tubuh kita dapat menyimpan vitamin tersebut di dalam hati sebagai cadangan. Selama Anda makan berbagai makanan seperti sayuran, buah, biji-bijian dan jumlah moderat lemak tak jenuh dari minyak nabati, Anda mendapatkan vitamin E yang cukup setiap hari.

Suplemen vitamin E tidak diperlukan. Tubuh kita akan mengambil vitamin E dari cadangan di liver jika kita kurang mendapatkan asupan dari makanan. Jika kita terus-menerus memiliki pola makan rendah vitamin E, barulah kita dapat mengalami defisiensi.

Selain karena kekurangan asupan, kekurangan vitamin E dapat disebabkan oleh gangguan penyerapan usus (misalnya, malabsorbsi lemak) dan masalah lain. Orang dengan cacat genetik pada protein yang mentransfer vitamin E yang disebut trombotik trombositopenik purpura (TTP) memiliki defisiensi vitamin E parah, yang ditandai dengan darah rendah dan gangguan saraf progresif. Penderita diabetes berusia lanjut juga cenderung menunjukkan penurunan yang signifikan dalam vitamin E di serum darah mereka, terlepas dari pola makan mereka. Kekurangan vitamin E yang parah dapat memberikan gejala-gejala seperti konsentrasi buruk, kelemahan otot, dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi.

Overdosis vitamin E
Sebagai vitamin yang larut dalam lemak, vitamin E dapat terakumulasi dalam tubuh, sehingga lebih berisiko overdosis daripada vitamin lain yang larut dalam air. Dosis tinggi vitamin E harian (terutama jika diambil dalam jangka panjang) dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti kelelahan, kelemahan, sakit kepala, mual, diare, sakit perut, kembung, dan peningkatan risiko perdarahan (yang dapat mengakibatkan pendarahan internal berbahaya).
Sumber:Majalah Kesehatan

Habbatussauda: Obat Segala Penyakit

Selama bertahun-tahun, kalangan medis mengabaikan manfaat kesehatan dari habbatussauda (jintan hitam) dalam mendukung pengobatan modern. Habbatussauda saat itu hanya dianggap sebagai obat rakyat biasa. Namun, para ilmuwan kini mulai menengok lebih dekat berbagai manfaat dari tanaman tersebut. Perubahan sikap ini terutama disebabkan oleh tren baru untuk mencari alternatif dari obat-obat sintetis yang seringkali memiliki efek samping berbahaya.

Habbatussauda adalah biji dari tanaman berbunga dengan nama botani Nigella Sativa, yang dibudidayakan di India, Arab dan Eropa dan telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional. Firaun Tutankhamun dan raja-raja Mesir kuno lainnya konon menyertakan jintan hitam di makamnya. Praktik umum orang Mesir kuno adalah menyertakan benda-benda berharga di dalam kubur yang dipercaya akan dibutuhkan orang yang meninggal di akhirat.

Habbatussauda juga disebutkan dalam teks-teks agama dan risalah-risalah kedokteran kuno. Menurut hadist shahih dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Jagalah dirimu dengan jintan hitam karena ia adalah obat untuk segala penyakit kecuali ‘as Sam’ (kematian).” Dalam kitab klasik “Kanun Pengobatan” yang ditulis oleh Ibnu Sina (980-1037), seorang dokter dan filsuf kenamaan dari Persia, jintan hitam banyak disebut sebagai obat alami untuk berbagai penyakit. Jintan hitam dinyatakan bermanfaat untuk merangsang energi tubuh, membantu pemulihan dari kelelahan dan berguna untuk mengobati gangguan pencernaan, penyakit kandungan dan penyakit pernapasan. Masyarakat di Cina, India dan Arab secara turun-temurun menggunakannya untuk perawatan masalah pernapasan, penyakit pencernaan, menstimulasi sistem kekebalan tubuh, memulihkan energi dan menyembuhkan kondisi seperti diabetes, eksim, psoriasis, artritis, inkontinensia, batu empedu, pilek, dan kerontokan rambut.

Penelitian modern
Dalam 50 tahun ini, ratusan hasil penelitian yang dipublikasikan semakin menguatkan berbagai manfaat pengobatan jintan hitam. Pada tahun 1960, para peneliti Mesir menegaskan bahwa biji habbatussauda mengandung nigellone yang memiliki efek bronkodilatasi. Pada tahun 2003, para dokter di Arab Saudi menemukan bahwa minyak habbatussauda dapat menurunkan tekanan darah, melancarkan pernapasan serta menurunkan kolesterol dan glukosa darah. Mereka mengidentifikasi salah satu komponen aktif dalam jintan hitam yang bernama Nigel thymoquinone yang memiliki aktivitas anti-inflamasi, analgesik dan antimikroba.

Beberapa penelitian dilakukan di AS dalam beberapa tahun ini untuk penerapan jintan hitam dalam kasus-kasus penyakit yang serius. Hasil awal menunjukkan kemajuan yang menakjubkan dan mengonfirmasi potensi medis jintan hitam. Penelitian di Thomas Jefferson University di Philadelphia menegaskan manfaat thymoquinone untuk menghentikan perkembangan kanker pankreas dan membunuh sel-sel kanker melalui apoptosis, proses yang terdiri dari serangkaian perubahan biokimia yang pada akhirnya mengarah pada kematian sel. Para peneliti di University of Mississippi Medical Center pada tahun 2007 juga menemukan manfaat thymoquinone pada sel-sel kanker usus besar. Mereka melaporkan bahwa thymoquinone menghancurkan sel-sel kanker dengan menghambat fungsi metabolisme sel-sel, serupa dengan cara kerja obat yang biasa digunakan dalam kemoterapi. Para peneliti di Institut Kanker dan Laboratorium Immunobiologi South Carolina menyebutkan bahwa habbatussauda merangsang sel-sel sumsum tulang dan imunitas dan meningkatkan produksi interferon, melindungi sel terhadap virus, menghancurkan sel-sel kanker dan meningkatkan produksi antibodi.

Kandungan
Jintan hitam memiliki lebih dari seratus bahan aktif dan banyak lagi yang masih harus ditemukan. Daya terapeutiknya yang tinggi berhubungan dengan kombinasi minyak (35%), protein (21%), karbohidrat (38%) serta bahan lainnya (6%) yang berisi zat-zat seperti tokoferol, pitosterol, nigellone, thymoquinone, kaempferol dan quercetin. Minyak habbatussauda terdiri dari 50% asam lemak tak jenuh ganda, termasuk asam linoleat, asam gamma-linolenat dan minyak atsiri. Monosakarida (gula molekul tunggal) dalam jintan hitam berbentuk glukosa, rhamnosa, silosa, dan arabinosa. Dari 15 asam amino yang terdapat dalam jintan hitam, sembilan di antaranya adalah asam amino esensial yang tidak dapat disintesis oleh tubuh kita sehingga kita harus mendapatkannya dari luar.

Penerapan
Jintan hitam dalam bentuk biji utuh, biji tumbuk (dalam kapsul) atau diekstraksi sebagai minyak sama-sama berkhasiat. Namun, minyak habbatussauda memiliki konsentrasi zat aktif yang lebih tinggi. Biji jintan hitam dapat diseduh sebagai teh pada air mendidih. Daya antioksidannya mungkin hanya dapat disaingi oleh teh hijau. Anda juga dapat menggunakan minyak jintan hitam sebagai sirup untuk bronkitis, pilek dan batuk serta penyakit lain seperti diabetes, kanker, asma, dan hipertensi. Bila Anda memiliki jerawat, minyak jintan hitam dapat diaplikasikan ke kulit untuk menghilangkannya. Memijat kulit kepala dengan minyak jintan hitam dapat menyuburkan rambut dan menghentikan kerontokan.
Sumber: Majalah Kesehatan

Azab dan Ujian didalam Musibah

Bismillahirrahmanirrahim..

Allah sangat Pemurah kepada hamba hambaNya, dan dibalik sikap Pemurah tersebut, hanya rasa syukur dan ibadah kitalah yang diminta Allah sebagai balasannya, dan itupun untuk kepentingan akhirat kita kelak, saat dipanggil untuk menghadapNya kembali.

Sebagai manusia, kadang kadang kita diberikan rasa sakit melalui penyakit, melalui perasaan yang terluka ataupun melalui musibah yang kita lihat yang terjadi terhadap sesama kita yang lain, maupun yang meniumpa diri kita sendiri. Semua kejadian itu merupakan ujian keimanan bagi kita sebagai makhlukNya yang kelak akan mempertanggung jawabkan semua amalan kita diakhirat kelak.

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (QS An Nisaa’ 4 : 79)

Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna : “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah” adalah dari karunia dan kasih sayang Allah subhanahu wata’ala. Sedangkan makna “dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Berarti dari dirimu sendiri dan dari perbuatanmu sendiri, sebagaimana firman-Nya :

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS Asy Syuura 42 : 30)

As Suddiy, Hasan al Bashri, Ibnu Juraih dan Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna “maka dari dirimu sendiri” adalah karena dosamu. Qatadah mengatakan bahwa makna “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Adalah akibat dosamu wahai anak Adam.

Didalam sebuah hadits disebutkan,”Demi yang jiwaku berada ditangan-Nya, tidaklah seorang mukmin ditimpa kegalauan, kesedihan, kepayahan bahkan duri yang menancap padanya kecuali dengannya Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya.” (Tafsir al Qur’an al Azhim juz II hal 363)

Sebenarnya ujian itu diberikan Allah hanyalah untuk orang orang yang beriman, untuk diketahui apakah benar dia telah beriman kepada Allah dan masih beriman saat dia diuji dengan suatu kejadian yang tidak menyenangkan?

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS At Taubah 9 : 16)

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS Al ‘Ankabuut 29 : 2)

Karena itulah, sebenarnya musibah atau bencana yang menimpa orang yang beriman yang tidak lalai dari keimanannya, sifatnya adalah ujian dan cobaan. Allah ingin melihat bukti keimanan dan kesabaran kita. Jika kita bisa menyikapi dengan benar, dan mengembalikan semuanya kepada Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan dan rahmat sesudah musibah atau bencana tersebut.

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan (QS Ali ‘Imraan 3 : 186)

Sebaliknya bagi orang-orang yang bergelimang dosa dan kemaksiatan, bencana atau musibah yang menimpa, itu adalah siksa atau azab dari Allah atas dosa-dosa mereka. Apabila ada orang yang hidupnya bergelimang kejahatan dan kemaksiatan, tetapi lolos dari bencana atau musibah, maka Allah sedang menyiapkan bencana yang lebih dahsyat untuknya, atau bisa jadi ini merupakan siksa atau azab yang ditangguhkan, yang kelak di akhirat-lah balasan atas segala dosa dan kejahatan serta maksiat yang dilakukannya.

Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab. (QS Al Mu’min 40 : 40)

Musibah juga bisa sebagai penggugur dosa-dosa kita. Perhatikan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berikut ini : “Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Jadi sebenarnya musibah yang berupa ujian bagi orang yang beriman atau menjadi azab bagi kaum yang ingkar, merupakan kesalahan manusia sendiri yang tidak pandai dalam mengambil hikmah dari banyak kejadian ummat terdahulu.

Bagi orang yang beriman, sudah seharusnya beramal dengan berbagi ilmu dan mendakwahkan kebenaran Allah dan Rasulullah untuk sesama dan bagi yang ingkar, sudah seharusnya kembali kepada kebenaran yang syar’i.

Akankah kita semua tetap berkubang dalam kebodohan karena kesombongan kita yang tak mau mendengarkan dan tak mau mencari tahu kebenaran yang syar’i?

Wallahua’lam bish Shawwab.
Sumber: Bukan Muslimah Biasa

Pergi Tak Kembali

Apakah yang setiap kali pergi tapi tak pernah kembali??? Jawabnya adalah waktu. Ya, waktu adalah sesuatu yang unik karena dia tidak pernah kembali dan waktu adalah salah satu hal yang menurut saya lebih berharga dari pada uang. Banyak orang , termasuk saya yang masih belum bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Padahal sudah jelas di sebutkan dalam Al-Qur’an bahwa kita sebagai makhluk-NYA wajib untuk beribadah selama kita hidup, dan ada salah satu hadits yang menyuruh kita untuk menuntut ilmu selama hidup yang termasuk dari ibadah juga.

Banyak diantara kita yang masih tak peduli dengan waktu seolah-olah waktu kita takkan ada habisnya, dan beruntunglah manusia yang khawatir akan waktu. Karena dengan khawatir akan waktunya dia akan berfikir untuk menggunakan waktu dengan sebaik mungkin. Banyak diantara kita yang lebih sering bersenda gurau daripada membaca buku jika ada waktu luang, bahkan bangsa kita sudah terbiasa dengan istilah “jam karet” yang berarti tidak tepat waktu, jika demikian maka akan sulit bagi bangsa ini untuk maju. Jika kita lihat negara Jepang yang notabene adalah negara maju, kita akan lihat masyarakatnya jika ada di kendaraan umum mereka lebih senang membaca buku daripada bersenda gurau. Sungguh, waktu akan mengalahkan kita jika kita tidak dapat mengendalikannya.

Sungguh ironis melihat bangsa yang notabene berpenduduk muslim terbanyak di dunia ini masih berkutat dengan kemiskinan dan kebodohan. Padahal Islam telah memberi satu paket pedoman yang sangat sempurna. Jika saja bangsa ini bisa lebih menghargai waktu maka sedikit banyak akan sangat membantu kita untuk keluar dari keterpurukan, sedih juga saya melihat status teman-teman di facebook yang kebanyakan isinya adalah status yang tidak penting, dan tentunya membuang waktu.

Jadi mulai sekarang kenapa kita tidak mulai untuk menghargai waktu yang sedikit ini, mengutip kata Aa Gym “mulailah dari hal yang kecil, mulailah dari diri sendiri, dan mulailah dari sekarang!”. Maka tak ada waktu lagi untuk kita untuk menyia-nyiakan waktu. So, berubahlah teman!!!

 Page 5 of 11  « First  ... « 3  4  5  6  7 » ...  Last »