Alhamdulillah sekarang telah memasuki sepuluh hari kedua di bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, namun sering disia-siakan, termasuk oleh saya. Semoga kita masih hidup hingga akhir Ramadhan.
Hari ini juga bertepatan dengan 1,5 bulan saya resign dari tempat saya bekerja( kalo tidak salah). Saya mencoba untuk berusaha menjual donat, dan ngomong-ngomong jualan nih, ada tempat berjualan di internet yang sangat baik, yaitu bejubel.com. Mengapa Bejubel market place terbaik Indonesia? Karena menawarkan berbagai macam fasilitas diantaranya jika kita memasang iklan disana, maka iklan kita yang baru akan tampil di halaman awal bejubel. Lho kok jadi ngomongin jualan sih???
Back to topic, Ramadhan sudah seharusnya digunakan untuk full ibadah, namun ada kenyataan yang menyedihkan sekaligus ironis menurut saya. Ya, bagaimana tidak ironis, di bulan yang penuh berkah ini banyak sekali kebid’ahan yang dilakukan, bahkan hal yang mubazir seperti petasan dan kembang api laku terjual. Ada juga tetabuhan seperti bedug keliling yang tidak ada contohnya pada zaman Rasul, na’udzubillah.
Kalangan medis telah lama mengetahui bahwa menghirup asap rokok dari perokok, atau yang disebut merokok pasif, berbahaya bagi kesehatan. Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia dan lebih dari 60 di antaranya diketahui atau diduga menyebabkan kanker. Selain itu, seperti halnya dengan “merokok aktif”, merokok pasif juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan pernapasan. Pada ibu hamil, merokok pasif meningkatkan risiko melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah, rentan terhadap infeksi pernapasan, dan memiliki gangguan perilaku. Studi terbaru menambahkan satu lagi masalah yang dapat ditimbulkan oleh merokok pasif: gangguan pendengaran pada remaja.
Sebuah penelitian terhadap lebih dari 1.500 remaja AS yang berusia 12- 19 tahun menunjukkan bahwa merokok pasif berdampak langsung merusak telinga anak-anak muda. Semakin besar paparan, semakin besar kerusakan yang ditimbulkan. Pada beberapa kasus, kerusakan tersebut cukup mengganggu kemampuan seorang remaja untuk memahami pembicaraan. Demikian laporan studi tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal khusus bedah leher dan kepala, Archives of Otolaryngology (7/2011). Continue reading
Recent Comments